BANGKALAN|SAKERA.NEWS
BANGKALAN — Bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Bangkalan disalurkan ke Musolla Keplak, Desa Morombuh, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan.
Musolla tersebut selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat Dusun Keplak. Selain digunakan untuk salat berjamaah warga sekitar, musolla juga menjadi tempat mengaji bagi puluhan santri.
Ustaz Dumyati, pengelola Musolla Keplak, mengatakan terdapat sekitar 60 santri yang rutin mengaji di tempat tersebut. Kondisi kekeringan yang berlangsung sekitar satu pekan terakhir membuat kebutuhan air untuk kegiatan mengaji maupun ibadah menjadi terkendala.
«“Ada sekitar 60 santri yang mengaji di sini. Musolla ini juga menjadi tempat salat berjamaah bagi warga sekitar. Sudah sekitar satu minggu mengalami kekeringan, sehingga bantuan air bersih ini sangat kami butuhkan,” ujar Ustaz Dumyati.»
Dengan adanya bantuan tersebut, kebutuhan air bersih di Musolla Keplak untuk sementara dapat terbantu. Masyarakat pun menyambut positif perhatian pemerintah terhadap kondisi kekeringan yang mereka alami.
Salah satu warga Dusun Keplak menyampaikan rasa terima kasih kepada BPBD Kabupaten Bangkalan dan Gubernur Jawa Timur atas bantuan air bersih yang diberikan.
«“Kami masyarakat Morombuh, khususnya Dusun Keplak, sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk kebutuhan musolla dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.»
Warga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan selama kondisi kekeringan masih berlangsung, mengingat kebutuhan air tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk menunjang kegiatan pendidikan keagamaan dan ibadah di Musolla Keplak.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan serta memastikan kebutuhan dasar air bersih tetap terpenuhi.












