KOPRI Education Rayon Kholilurrohman Wujud Semangat KOPRI INSYA Edukasi Siswa Cegah Bullying dan Pelecehan Seksual

Foto bersama Anggota KOPRI Rayon Kholilurrohman dan Siswa YPI NU Banyubunih Galis Bangkalan

BANGKALAN | SAKERA.NEWS

Galis – Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Rayon Kholilurrohman Komisariat PMII Institut Agama Islam Syaikhona Kholil (INSYA) Bangkalan menggelar kegiatan KOPRI Education di SMP Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NU Banyubunih, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Speak Up, Stand Up: Membangun Kesadaran Bersama dalam Pencegahan Bullying dan Pelecehan Seksual”

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying dan pelecehan seksual, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan tersebut.

Dalam keterangannta Ketua KOPRI Rayon Kholilurrohman, Hilwa Azizah, mengatakan edukasi mengenai bullying dan pelecehan seksual perlu diberikan sejak dini agar pelajar memiliki keberanian untuk bersuara ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan yang tidak pantas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik dapat memahami bahwa bullying dan pelecehan seksual bukanlah hal yang boleh dianggap sepele. Kita harus berani berbicara ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” ujar Hilwa

Sementara itu, Kepala SMP YPI NU Galis, Badruttamam, M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi tentang bullying dan pelecehan seksual penting bagi pelajar karena sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan sikap saling menghargai.

“Sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga harus menjadi ruang untuk membentuk karakter dan sikap saling menghargai. Maka saya sangat mengapresiasi kegiatan ini” Ucap Badruttamam

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan bekal kepada siswa dalam membangun pergaulan yang sehat, aman, dan saling menghormati.

“Harapan saya semoga denngan kegiatan ini siswa-siswi kami punya bekal dalam meembangun pergaulan yang sehat, aman dan saling menghormati” tambahnya

Dalam kegiatan itu peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai berbagai bentuk bullying dan pelecehan seksual. Selain itu Siswa juga diajak memahami dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban serta cara bersikap ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.

Pesan “Speak Up, Stand Up” menjadi bagian utama dalam edukasi tersebut. Siswa didorong untuk berani menyampaikan atau melaporkan tindakan yang tidak pantas serta mengambil sikap untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Ketua Rayon Kholilurrohman, Ahmad Asrori turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya Kegiatan KOPRI Education menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi melalui edukasi sosial di lingkungan pendidikan. Ia berharap siswa bisa memikili pemahaman yang lebih baik tentang menghargai sesama

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menghargai sesama, menjaga batasan dalam berinteraksi, serta mengetahui pihak yang dapat dihubungi untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan ketika menghadapi bullying maupun pelecehan seksual” Ucapnya

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, saling menghargai, dan berani bersuara terhadap tindakan bullying serta pelecehan seksual. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *