BANGKALAN | Sakera.News Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Kecamatan Blega, Konang dan Kokop menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi ruas jalan yang mengalami kerusakan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, Senin (14/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta tokoh masyarakat setempat. Rombongan meninjau sejumlah titik yang selama ini menjadi akses utama mobilitas warga.
Peninjauan secara langsung dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi jalan di lapangan. Selain melihat tingkat kerusakan, pemerintah juga menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas sehari-hari.
Sejumlah tokoh masyarakat yang ikut mendampingi peninjauan menyambut baik langkah Bupati Bangkalan yang turun langsung melihat kondisi infrastruktur.
“Kami mengapresiasi Bupati yang mau datang langsung melihat kondisi jalan. Dengan melihat sendiri, pemerintah tentu bisa mengetahui kondisi sebenarnya yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
“Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari, mulai untuk bekerja, berdagang, mengantar anak sekolah hingga mengakses pelayanan kesehatan. Karena itu, kami berharap ada tindak lanjut setelah peninjauan ini,” katanya.
Masyarakat, lanjut dia, memahami bahwa perbaikan infrastruktur membutuhkan proses perencanaan, penganggaran dan penentuan skala prioritas. Namun, warga berharap ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling parah dan memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dapat menjadi prioritas penanganan.
“Kami memahami pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan harus menentukan prioritas. Harapan kami, jalan yang kondisinya paling rusak dan paling banyak digunakan masyarakat bisa mendapatkan perhatian lebih dahulu,” imbuhnya.
Peninjauan bersama OPD terkait tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan infrastruktur di wilayah Blega, Konang dan Kokop.
Kondisi faktual yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program maupun kebijakan perbaikan jalan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Bagi masyarakat, kehadiran langsung pemerintah di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan persoalan infrastruktur tidak hanya diketahui dari laporan, tetapi juga dilihat secara langsung.
Warga kini berharap peninjauan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret sesuai skala prioritas, sehingga kondisi jalan yang mengalami kerusakan secara bertahap dapat ditangani dan kembali menunjang aktivitas masyarakat.
Pasalnya, bagi masyarakat Blega, Konang dan Kokop, keberadaan jalan yang layak bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menunjang roda perekonomian, pendidikan, pelayanan publik serta konektivitas antarwilayah.(Team/Red)












