Pendaki Arosbaya Nikmati Puthuk Siwur 1.429 MDPL, Bilal Kurniawan Ajak Pengunjung Jaga Kebersihan dan Kelestarian Alam

MOJOKERTO | Sakera.News Sejumlah pendaki asal Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, melakukan pendakian ke kawasan Puthuk Siwur yang memiliki ketinggian sekitar 1.429 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Dokumentasi foto dan video menunjukkan rombongan pendaki berada di kawasan pintu pendakian Puthuk Siwur pada Sabtu dini hari. Mereka tampak menikmati suasana pegunungan sekaligus mengabadikan momen perjalanan.

Di lokasi juga terlihat papan informasi Wisata Puthuk Siwur serta papan peringatan kawasan rawan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bilal Kurniawan, selaku pegiat lingkungan Arosbaya sekaligus bagian dari rombongan pendaki, menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan-rekan pendaki dari Arosbaya datang bukan hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin ikut menjaga kawasan tersebut.

Menurut Bilal, perhatian terhadap lingkungan harus dimulai dari para pengunjung sendiri. Setiap pendaki memiliki tanggung jawab untuk tidak meninggalkan sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat merusak alam.

“Kami selaku pendaki dari Arosbaya tentu sangat senang bisa menikmati keindahan Puthuk Siwur. Tapi yang paling penting, kami mengajak seluruh pengunjung untuk sama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar Bilal.

 

Ia mengimbau para pengunjung agar membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan pendakian.

“Kalau kita datang membawa makanan atau perlengkapan, sampahnya juga harus dibawa turun. Jangan meninggalkan sampah di jalur maupun di sekitar lokasi. Kita datang sebagai tamu, jadi harus menghormati alam dan aturan yang ada,” tegasnya.

Bilal juga mengingatkan pengunjung untuk lebih berhati-hati dengan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terlebih di kawasan yang sudah dipasang papan peringatan rawan karhutla.

“Papan peringatan yang ada harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai karena kelalaian satu orang kemudian berdampak terhadap kawasan hutan dan merugikan banyak pihak,” katanya.

 

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik melakukan pendakian juga diiringi dengan meningkatnya kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Mari kita nikmati alamnya, tetapi jangan merusaknya. Karena ketika kita menjaga alam, keindahan ini bisa terus dinikmati oleh pendaki berikutnya,” pungkas Bilal.(Team/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *