BANGKALAN | Sakera.News Ancaman musim kemarau panjang menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat, sebanyak empat tandon air berkapasitas masing-masing 2.200 liter disiapkan di empat desa di wilayah Kecamatan Sepulu.
Fasilitas penampungan air tersebut merupakan bantuan dari Pertamina PHE WMO dan SKK Migas. Keberadaan tandon diharapkan dapat menjadi solusi penunjang ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.
Camat Sepulu Hosun menyampaikan, penyediaan tandon tersebut merupakan langkah antisipasi agar bantuan air dari berbagai pihak nantinya dapat ditampung dan disalurkan dengan lebih mudah kepada masyarakat.
“Ini bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Dengan adanya tandon, ketika ada bantuan air dari pihak luar, air tersebut bisa langsung ditampung sehingga penyalurannya kepada masyarakat lebih mudah,” ujar Hosun.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak bisa hanya ditangani ketika kondisi sudah darurat. Kesiapan sarana penampungan menjadi salah satu hal penting agar distribusi bantuan air dapat dilakukan secara cepat dan tidak terkendala fasilitas.
“Harapannya, tandon ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh desa dan masyarakat. Ketika ada bantuan air, tidak perlu lagi bingung mencari tempat untuk menampungnya,” tegasnya.
Empat tandon tersebut ditempatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di empat desa di wilayah Kecamatan Sepulu. Kapasitas 2.200 liter per tandon diharapkan mampu membantu menyediakan cadangan air sementara, terutama ketika pasokan air bersih mulai terbatas.
Hosun juga menyampaikan apresiasi kepada PHE WMO dan SKK Migas yang telah memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas tersebut.
“Terima kasih kepada PHE WMO dan SKK Migas atas bantuan ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Sepulu, khususnya dalam menghadapi musim kemarau,” pungkasnya.
Dengan tersedianya empat tandon tersebut, pemerintah kecamatan berharap koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, serta pihak-pihak yang memberikan bantuan air dapat berjalan lebih efektif. Langkah itu sekaligus menjadi upaya mempercepat respons apabila terjadi peningkatan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.(Team/Red)












