![]() |
| Foto : Ilustrasi |
BANGKALAN – Sakera.news – Nasib malang menimpa Bunga (Nama samaran), Gadis 20 tahun asal salah satu desa di Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan, Pasalnya gadis tersebut menjadi korban pemerkosaan oleh tujuh pria tak dikenal, Kejadian itu terjadi pada Jumat 26 Juni 2020 malam.
Kejadian tragis itu bermula saat korban dijemput oleh kedua teman prianya menaiki sepeda motor untuk berbelanja ke sebuah toko modern di Kecamatan Tanjung Bumi. Ketika selesai belanja dan dalam perjalanan pulang menuju rumah, korban dan dua teman prianya dicegat oleh tujuh orang tak dikenal, tepatnya di belakang masjid desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi, tujuh pria tak dikenal itu awalnya berpura – pura menanyakan alamat serta tujuan.
Ringkas cerita, tujuh pria tak dikenal itu meminta dua teman pria korban untuk pulang duluan, dengan alasan ketujuh pria itu yang akan mengantarkan korban kerumahnya. Meski awalnya permintaan itu sempat ditolak, kedua teman pria korban terpaksa menyerahkan Bunga pada tujuh pria asing itu lantaran mereka dibawah ancaman senjata tajam.
Saat itulah Bunga diperkosa oleh ketujuh pria bejat tersebut secara bergantian hingga sekitar jam 04.00 pagi. Bunga berontak dan sempat berusaha melarikan diri, namun usahanya sia – sia.
Baru pada saat Bunga beralasan ingin buang air besar, bunga berhasil kabur menuju kerumahnya yang hanya berjarak sekitar 700 meter dari Tempat Kejadian Perkara. Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polres Bangkalan pada hari minggu 28 Juni 2020.
Ditemukan Meninggal Dirumahnya
Diduga karena depresi atas kejadian pemerkosaan tersebut, Bunga ditemukan tewas dirumahnya pada Rabu malam, 1 Juni 2020.
Berdasar informasi yang dihimpun oleh Sakera.news Gadis malang tersebut meninggal dunia lantaran bunuh diri dengan cara meminum cairan pembersih lantai.
Kabar meninggalnya Bunga kami peroleh dari Kepala Puskesmas Kecamatan Kokop, Muthmainnah, ia mengatakan korban meninggal sekitar maghrib dirumahnya, sempat dibawa ke bidan desa namun nyawanya sudah tak terolong.
“Iya benar mas tapi meninggal di TKP yakni dirumah korban dan ketika dibawa ke Puskesmas hanya untuk di visum saja,” jelasnya kepada awak media. (Red)













