Dinilai Hanya Keruk Keuntungan Warga, Bank BRI Arosbaya Dikritik Keras!

BANGKALAN | Sakera.News Sikap abai dan minimnya empati sosial yang ditunjukkan oleh Bank BRI Cabang Arosbaya memicu gelombang protes keras dari tokoh masyarakat. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meraup keuntungan besar dari aktivitas ekonomi warga lokal tersebut dituding “tutup mata” dan sama sekali tidak berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat Kecamatan Arosbaya.

Kritik tajam ini dilayangkan langsung oleh Pembina Gramuda Arosbaya, Aba Rendi. Ia meluapkan kekecewaan mendalam atas hilangnya kepedulian pihak perbankan pelat merah tersebut terhadap momentum besar yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Kami selaku warga Arosbaya sangat kecewa dengan pihak Bank BRI Cabang Arosbaya. Seharusnya berkontribusi hanya satu kali dalam setahun, namun malah tidak ada kepedulian!” tegas Aba Rendi dengan nada geram.

Tuding BRI Hanya Tahu Untung, Abai Dampak Ekonomi WargaAba Rendi menegaskan bahwa kontribusi yang diharapkan masyarakat bukanlah pemborosan, melainkan bentuk tanggung jawab sosial (CSR) yang nyata. Mengingat instansi kecamatan tidak memiliki anggaran khusus untuk pesta rakyat, sokongan dari pihak swasta dan BUMN menjadi harga mati agar hiburan rakyat dan ruang perputaran ekonomi UMKM tetap bisa berjalan.

Ia menyayangkan sikap manajemen bank yang terkesan egois dan hanya hadir saat mengejar target bisnis semata.

“Pengusaha dan BUMN penghasil seperti perbankan harus tahu diri dan ikut mensupport kegiatan tersebut. Jangan hanya mengambil keuntungan dari warga Arosbaya, tetapi juga harus peduli terhadap kemajuan UMKM Arosbaya melalui kegiatan keramaian seperti acara HUT,” tandasnya.

Sentil Soal Lelang Rumah: “Giliran Ditanya Kontribusi, Malah Tidak Tahu-Menahu!”Kritik Aba Rendi semakin menukik tajam saat membandingkan agresivitas bank dalam menagih nasabah dengan keengganan mereka membantu kegiatan sosial warga. Ia menilai ada ketimpangan moral yang nyata dalam operasional Bank BRI Cabang Arosbaya.

“Lelang rumah dan tanah saja banyak dipampang jika nasabah tidak bayar. Giliran ditanya kontribusi untuk warga, malah tidak tahu-menahu. Ini yang kami pertanyakan,” cecarnya retoris.

Menurutnya, pihak bank gagal paham dalam melihat esensi perayaan HUT RI. Acara tersebut bukan sekadar seremoni hura-hura, melainkan motor penggerak ekonomi riil bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa parkir lokal. Ketika perputaran ekonomi mandek akibat minimnya dukungan sponsor, maka kesejahteraan masyarakat bawah yang paling terdampak.

Tuntutan Respons NyataMengakhiri keterangannya, Aba Rendi mendesak adanya perubahan total pada komitmen sosial seluruh korporasi dan perbankan yang mencari nafkah di tanah Arosbaya, khususnya Bank BRI.

“Kami berharap pihak pengusaha dan perbankan mendukung penuh kegiatan masyarakat. Terutama dari pihak Bank BRI, yang berdasarkan informasi yang kami terima disebut tidak berkontribusi sama sekali,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab, konfirmasi, dan klarifikasi seluas-luasnya dari pihak manajemen Bank BRI Cabang Arosbaya untuk menjelaskan kepada publik terkait tudingan miring dan minimnya sumbangsih mereka dalam momentum HUT ke-81 RI di Kecamatan Arosbaya.(Team/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *