BANGKALAN|SAKERA.NEWS
BANGKALAN – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tidak hanya menjadi wadah latihan pencak silat dan bela diri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penanaman nilai persaudaraan, serta upaya melestarikan budaya Indonesia.
PSHT didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922. Organisasi pencak silat tersebut kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri.
Salah satu kegiatan latihan PSHT berada di Dusun Morgunung, Desa Morombuh, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan latihan secara rutin dilaksanakan dengan pembagian jadwal berdasarkan tingkatan sabuk para siswa.
Untuk tingkat sabuk pra polos dan polos, latihan dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu dan Rabu malam Kamis. Sementara untuk tingkat sabuk jambon, hijau, putih hingga calon warga, latihan dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, Senin malam Selasa, dan Rabu malam Kamis.
Latihan malam Selasa dan malam Kamis berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 00.00 WIB, sedangkan latihan malam Minggu berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 01.00 WIB.
Kegiatan latihan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan bela diri. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan, disiplin, tanggung jawab, persaudaraan, serta pentingnya memahami jati diri.
Nilai utama yang ingin ditanamkan adalah membentuk manusia yang berbudi luhur, mengetahui benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, semangat persaudaraan menjadi bagian penting dalam pendidikan PSHT. Persaudaraan diharapkan dapat terus terjalin secara kekal dan abadi, tanpa membedakan latar belakang para anggotanya.
“Harapan kami hanya ingin mengajarkan generasi muda untuk mengenal jati diri, memahami budi pekerti, berbudi luhur, mengetahui mana yang benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui wadah pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate,” demikian harapan dari kegiatan latihan tersebut. Ujar imam junaidi
PSHT juga diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan persaudaraan dinilai penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kecintaan terhadap Indonesia.
Melalui latihan pencak silat yang diiringi pendidikan karakter dan persaudaraan, PSHT diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat serta bangsa.
“Mari kita tetap melestarikan budaya untuk menjaga kedaulatan Indonesia, sebagaimana semangat persatuan yang terkandung dalam Pancasila. Salam Persaudaraan, Salam Satu Budaya.”












