BANGKALAN | Sakera.News Polemik mengenai minimnya keterlibatan Bank BRI Arosbaya dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menemui titik terang. Kepala BRI Arosbaya, Bapak Agam mendatangi Kantor Kecamatan Arosbaya untuk mengklarifikasi kesalahpahaman sekaligus meluruskan miskomunikasi yang sempat memicu kritik dari tokoh masyarakat dan kepala desa setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Bapak Agam menyampaikan permohonan maaf terbuka atas miskomunikasi tersebut. Pihak perbankan tetap berkomitmen dalam mendukung agenda tahunan 17 Agustus tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi terhadap kegiatan yang diadakan panitia pada rangkaian acara 17 Agustus. Memang ada kesibukan terkait aktivitas di internal BRI,” ujar Bapak Agam di hadapan pihak kecamatan, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Arosbaya.
Menjawab sorotan terkait absennya BRI dalam upacara bendera 17 Agustus, Bapak Agam meluruskan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya benturan jadwal dengan agenda wajib Upacara di internal instansinya.
“Untuk ketidakhadiran dalam upacara di Arosbaya, pada saat bersamaan juga ada upacara yang dilaksanakan di Kantor Cabang,” jelasnya.
Berkomitmen memperbaiki hubungan dengan masyarakat, manajemen BRI Arosbaya akan lebih saling bersinergi dengan masyarakat sekitar.
“Kami akan tetap berkomunikasi dan mendukung kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan perekonomian masyarakat Arosbaya pada khususnya, dengan tetap menyesuaikan pada ketentuan perbankan yg berlaku. BRI Arosbaya akan berupaya hadir secara langsung dalam melayani nasabah dan masyarakat” tutup Bapak Agam dengan senyum pelayanan sepenuh hati.(HNF)












