SAKERA.NEWS – BANGKALAN – Namanya Amsa, Nenek berusia 95 tahun ini hidup sebatangkara dirumahnya di Dusun Du’alas desa Klapayan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan Jawa Timur, yang lebih memprihatinkan lagi nenek malang ini mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan apapun baik dari pemerintah pusat, kabupaten maupun dari Pemerintah desa setempat. Untuk makan sehari – hari nenek Amsa cuma mengandalkan kebaikan dan pemberian dari tetangga dekat.
” Ya kadang diberi tetangga, kadang kalau tidak ada yang ngasih makan seadanya ” Tuturnya kepada Sakera.News Jum’at (1/05/2020).
Rumah nenek Amsa sudah sangat tidak layak untuk ditempati, rumah semi permanen berukuran tidak lebih dari 5×4 meter itu cuma beralaskan tanah dan atapnya sudah banyak yang bocor, bahkan kalau musim penghujan mau tidur saja harus numpang ke tetangga.
” Kalau malam, apalagi musim penghujan saya tidak berani tidur disini, saya numpang tidur di tetangga, karena atap banyak yang bocor dan dinding sudah berlubang dimana -mana, takut ada ular yang masuk” katanya.
Selain itu, kondisi kesehatannyapun juga sudah sangat meprihatinkan, sudah sering sakit – sakitan, namun meski sering sakit dia mengaku tidak pernah berobat lantaran kendala ekonomi .
” Meski sering sakit, saya tidak pernah berobat, karena tidak ada biaya untuk ke dokter ” Tuturnya.
![]() |
| Rumah Nenek Amsa yang Sudah tidak layak |
![]() |
| Dapur Nenek Amsa yang sangat memperihatinkan |
Mendapat Perhatian Dari Organisasi Pemuda Setempat
Koordinator Komunitas Pemuda Klapayan (KPK) Ali Alatas bersama beberapa anggotanya mendatangi kediaman Nenek Amsa dan membagikan bingkisan sembako, Ali berharap pemerintah baik pusat, kabupaten maupun desa tidak menutup mata terhadap kondisi warga miskin dan sangat butuh bantuan seperti beliau.
” Ini adalah potret kemiskinan di desa klapayan, bagaimana bisa ada nenek tua seperti beliau bisa luput dari perhatian pemerintah, padahal pemerintah punya struktur dari pusat, provinsi, kabupaten, desa bahkan sampai ke dusun ” Sergahnya dengan nada heran.
” Memang tidak banyak yang kita berikan, karena ini kita memakai dana swadaya, tapi mudah – mudahan gerakan ini bisa memotivasi yang lain untuk ikut membantu ” Kata ali menambahkan.
Ali juga mengatakan bahwa Dana Desa tahun 2020 bisa digunakan untuk pembangunan dan renovasi rumah warga miskin yang membutuhkan ” Sebenarnya kalau pemerintah desa mau, bisa pakai dana desa untuk membangun atau merenovasi rumah – rumah warga miskin yang membutuhkan, dianggarkan pembiayaan pelayanan sosial dasar , mudah – mudahan Pemerintah desa tidak menutup mata ” Harapnya singkat. (Red)









