BANGKALAN|SAKERA.NEWS
BANGKALAN — Perbaikan akses jalan Kwanyar–Labang, khususnya di ruas wilayah Tebul, mulai dilakukan. Langkah tersebut menjadi perhatian masyarakat Kecamatan Kwanyar yang selama ini menjadikan jalur tersebut sebagai salah satu akses utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, berdagang, maupun mendistribusikan hasil usaha.
Perbaikan jalan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah selatan. Sebelumnya, kondisi sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut kerap menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas dan aktivitas perekonomian warga.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini melalui pekerjaan tambal sulam merupakan tahap awal. Dalam komunikasi dengan Ali Wafa dari Bangkalan Berbagi Kwanyar, Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan peningkatan kualitas jalan tersebut secara bertahap.
Menurut penjelasan yang disampaikan, pada 2027 akses Kwanyar–Labang dan akses Kwanyar–Modung ditargetkan mendapatkan peningkatan melalui pengaspalan atau hotmix sebagai bagian dari penyelesaian infrastruktur jalan di kawasan tersebut.
Bahkan, dengan nada bercanda namun menunjukkan keseriusan komitmennya, Bupati Lukman Hakim mengatakan:
«“Kalau 2027 jalan Kwanyar–Labang dan Kwanyar–Modung belum saya selesaikan, saya jangan dikasih lewat.”»
Pernyataan tersebut menjadi bentuk komunikasi langsung Bupati dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur jalur selatan menjadi salah satu perhatian dalam agenda pembangunan Kabupaten Bangkalan.
Secara perencanaan, jaringan jalan lintas selatan Bangkalan memang merupakan jalur yang menghubungkan wilayah Kota Bangkalan, Kamal, Labang, Kwanyar, Modung hingga Sampang. Karena itu, kualitas akses tersebut memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah.
Masyarakat Kwanyar pun menyambut positif dimulainya perbaikan jalan tersebut. Bagi warga, jalan yang lebih baik bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga menyangkut perputaran ekonomi masyarakat.
Akses yang lancar diharapkan dapat mempermudah mobilitas para pekerja, pedagang, pelaku UMKM, petani, serta masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Dengan adanya peningkatan infrastruktur secara bertahap, masyarakat berharap konektivitas wilayah selatan semakin terbuka dan aktivitas perekonomian tidak lagi terkendala kondisi jalan.
Perbaikan saat ini menjadi langkah awal. Harapan masyarakat selanjutnya adalah agar komitmen peningkatan jalan pada 2027 dapat terealisasi sehingga akses Kwanyar–Labang dan Kwanyar–Modung benar-benar menjadi jalur yang lebih layak, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Bangkalan.












