![]() |
| Sahabati Zahra, Calon Ketua KOPRI Cabang Bangkalan |
BANGKALAN, SAKERA.NEWS – Konfrensi Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Cabang Bangkalan menuai polemik, Hal itu disampaikan okeh salah satu Kandidat Calon ketua Umum Kopri PMII Cabang Bangkalan, yang bersangkutan adalah Zahra, ia merasa diperlakukan tidak adil dan dipermaikan oleh salah satu ketua komisariat PMII Cabang Bangkalan, Lantaran Rekom yang telah diberikan kepadanya untuk mencalonkan sebagai ketua Kopri dicabut secara tiba – tiba dan dilakukan secara sepihak.
Zahra dan beberapa Kader PMII Lainnya mempertanyakan persoalan penetapan calon yang pada waktu itu sudah ada dua kandidat calon ketua PMII cabang dan dua calon ketua Kopri cabang yang mendaftarkan diri.
Hasil penetapan calon memutuskan bahwa calon atas nama zahra dinyatakan tidak lolos gara-gara surat rekomnya dicabut secara sepihak.
“Saya sangat menyayangkan ketika saya tidak lolos gara-gara rekom saya dicabut secara sepihak”, Ujarnya Minggu, (11/4/21).
Zahra mengaku kecewa dengan tindakan ketua komisariat STKIP Bangkalan yg mencabut surat rekomendasinya padahal sebelum mendaftar sudah memberikan surat rekom dan menyetujui dirinya direkomendasikan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Kopri cabang bangkalan
” Ini ada apa, kok bisa terjadi seperti ini, padahal ketua komisariat sudah menyetujui saya untuk mencalonkan diri sebagai ketua Kopri cabang bangkalan tapi tiba-tiba dicabut tanpa sepengetahuan saya” Ucap Zahra dengan nada kecewa.
Disamping itu, zahra juga sudah sampaikan sebelum nya kepada ketua komisariat STKIP kalau mau maju menjadi kandidat ketua Kopri cabang Bangkalan dan meminta rekom itu secara baik baik, sampai pada akhirnya rekom tersebut di keluarkan, dan ia juga mengstakan juga sudah pamit ke senior kopri komisariat sampai pada akhirnya senior pun merestui dan mendukung menjadi ketua kopri.
“Atas kejadian ini saudara fauzan bisa saja saya proses secara hukum atas dasar pencemaran nama baik karena sudah mempermalukan saya secara peribadi di depan publik atas rekom yang telah di cabutnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada saya”, ucap zahra.
Bukan hanya itu zahra juga meminta kepada pihak SC untuk bersikap tegas dan tidak mengambil keputusan secara sepihak seperti ini. Menurutnya, seharusnya pihak SC juga memberi aturan berkas yg sudah masuk tidak bisa dicabut tanpa sepengetahuan yang bersangkutan (calon yang mendaftar).
“Saya meminta pihak SC untuk tegas dalam menyikapi hal ini karena pencabutan surat rekom ini dilakukan sepihak oleh ketua komisariat STKIP sahabat fauzan dan ketua kopri nya sahabati Faizah, tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada saya. “,Tegas zahra. (Bas-red)













