Panitia HUT RI Tragah Bantah Keras Isu Pungutan Guru: “Jangan Bangun Opini dari Data yang Tak Pernah Ada”

BANGKALAN | Sakera.News Polemik terkait dugaan pungutan terhadap tenaga pendidik dan kependidikan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Tragah mendapat bantahan keras dari panitia pelaksana.

Panitia menilai pemberitaan yang memuat nominal kontribusi berdasarkan golongan kepegawaian tidak menggambarkan fakta sebagaimana yang mereka ketahui. Mereka bahkan mempertanyakan sumber data yang dijadikan dasar pemberitaan tersebut.

Salah satu anggota panitia yang meminta namanya tidak dipublikasikan menegaskan, tidak pernah ada ketentuan sebagaimana nominal yang beredar dalam pemberitaan. Menurutnya, dokumen proposal yang menjadi dasar penggalangan dukungan tidak mencantumkan angka pungutan seperti yang diberitakan.

“Kami mempertanyakan dasar munculnya angka-angka tersebut. Kalau memang ada datanya, silakan ditunjukkan sumbernya. Karena dalam proposal yang kami edarkan, angka nominal seperti yang diberitakan itu tidak tercantum,” tegasnya.

Ia menilai persoalan tersebut semestinya diklarifikasi terlebih dahulu kepada panitia sebelum informasi dipublikasikan. Menurutnya, pemberitaan yang tidak disertai konfirmasi berpotensi membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Jangan sampai informasi yang belum dikonfirmasi kemudian dianggap sebagai fakta. Kami terbuka untuk memberikan penjelasan, sehingga persoalan ini tidak berkembang menjadi opini yang merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Panitia juga membantah adanya pengelompokan kontribusi berdasarkan golongan kepegawaian. Mereka menegaskan bahwa dukungan yang dihimpun untuk kegiatan HUT RI dilakukan melalui proposal dan dimaksudkan sebagai bentuk partisipasi dalam menyukseskan kegiatan kemasyarakatan.

“Semangatnya adalah gotong royong dan partisipasi. Bukan pemaksaan. Kalau ada pihak yang memiliki informasi berbeda, kami siap duduk bersama untuk melakukan klarifikasi dan menunjukkan dokumen yang menjadi dasar panitia,” katanya.

Panitia menyayangkan munculnya pemberitaan yang menurut mereka telah menimbulkan keresahan sekaligus berpotensi mencoreng nama baik pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan peringatan HUT RI di Kecamatan Tragah.

Mereka pun meminta media yang memberitakan persoalan tersebut memberikan ruang klarifikasi secara berimbang. Panitia berharap persoalan ini tidak dipelintir menjadi isu pungutan apabila memang tidak terdapat bukti maupun dokumen yang secara jelas mendukung tudingan tersebut.

“Kami tidak anti-kritik. Silakan mengkritisi panitia jika memang ada dasar dan buktinya. Tetapi jangan menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan dokumen dan fakta yang ada. Kami meminta pemberitaan dilakukan secara berimbang dan mengedepankan konfirmasi,” pungkasnya.

Panitia menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tragah dengan mengedepankan kebersamaan, transparansi, dan semangat gotong royong.(HNF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *