Duka Cita Petani di Kabupaten Bangkalan Karena Pupuk Bersubsidi Langka

 


Bangkalan – Sakera.news

Beberapa hari yang lalu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso mengatakan bahwa di kabupaten Bangkalan tidak mungkin terjadi kelangkaan pupuk, hal itu ia sampaikan dalam wawancara via telephone yang rilis di akun youtube salah satu media online, dengan sangat menyakinkan Puguh mengatakan kuota pupuk yang ada di kabupaten ini sangat cukup untuk tahun 2021, karena menurutnya, dari tahun ke tahun kuota ketersediaan pupuk dikabupaten Bangkalan selalu mengalami kenaikan, yang terakhir pada tahun ini untuk kuota pupuk Urea saja sebanyak 20.007 ton, sehingga ia sangat yakin dengan kuota sebanyak itu sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan pupuk dikabupaten Bangkalan.

Namun, apa yang disampaikan oleh Kadis Pertanian tersebut seolah hanya angin surga belaka, bagaimana tidak, disaat pemerintah kabupaten Bangkalan menjamin tidak mungkin ada kelangkaan pupuk, pada saat yang bersamaan banyak para petani di desa – desa yang menjerit karena sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Hal itu yang dirasakan oleh para petani di  Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan, salah satu petani yang kami temui adalah Jazuli (49), Warga dusun bere’ leke desa Gunilap tersebut menceritakan betapa sulitnya para petani di desanya untuk mendapatkan atau membeli pupuk bersubsidi tersebut, laki – laki paruh baya itu mengaku kecewa kepada pemerintah kabupaten bangkalan karena disaat masuk musim tanam pupuk malah tidak ada. “Kami merasa kecewa kepada pemerintah, karena disaat mulai masuk musim tanam yang ditandai dengan datangnya musim hujan, justru pupuk menjadi barang yang sangat langka” Ujarnya kepada sakera.news, Jum’at (19/11).

Ia menambahkan, para petani di desanya bisa gagal panen,  karena menurutnya, ketersediaan pupuk dan pemberian pupuk yang cukup menjadi salah satu faktor penunjang sukses tidaknya hasil kerja seorang petani. ” dimusim tanam seperti sekarang ini, pupuk menjadi barang yang sangat kami butuhkan, agar hasil tani kami bisa maksimal”. Ucapnya.

Ia meminta kepada pemerintah agar secepatnya kelangkaan pupuk ini bisa segera ada solusi, karena menurut Jazuli ketersediaan pupuk berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak, terutama petani. “Mayoritas masyarakat didesa ini, bahkan di kecamatan sepulu ini masyarakatnya adalah petani, menggantungkan hidup dan penghasilannya dari hasil tani, jadi mohon kepada pemerintah kabupaten bangkalan jangan hanya janji – janji, pupuk harus segera tersedia tentunya dengan harga wajar yang mudah dijangkau oleh petani” Harapnya.

Jazuli menambahkan, mudah – mudahan  pemerintah kabupaten bangkalan mau mendengarkan jeritan para petani, karena ia berkeyakinan kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di desanya, namun didesa desa lain se kabupaten bangkalan. ” kami harap pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada nasib para petani, karena kami bertani ini juga untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga”. Tutupnya (Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *