![]() |
| Klinik Warda Melakukan Penutupan Sementara / Foto : Sakera.news |
BANGKALAN – Sakera.news – Polemik penutupan Klinik Utama Warda Kecamatan Sepulu akhirnya menemui titik terang, setelah beberapa minggu belakangan terjadi pro dan kontra di masyarakat, akhirnya pihak klinik melalui direkturnya yaitu dr. Nuril Sudiyatma memberikan klarifikasi dan meluruskan duduk persoalan yang sebenarnya.
Ditemui dirumahnya, di desa Banyior Kecamatan Sepulu, dokter muda itu mengatakan selama ini belum pernah ada himbauan atau instruksi terulis dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sepulu, Ia mengaku penutupan pelayanan kesehatan di Klinik Warda dilakukan secara suka rela dan berdasarkan inisiatif sendiri.
Ia juga menyayangkan sikap dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sepulu, karena waktu ada audensi dari Pemuda dan Mahasiswa pihak klinik tidak dilibatkan, sehingga ia tidak memiliki ruang atau kesempatan untuk klarifikasi guna menghindari kabar sepihak yang beredar di masyarakat.
“Sewaktu ada aundensi antara Mahasiswa dan Pemuda Sepulu dengan Gugus tugas covid-19 Kecamatan kami tidak diundang, baik secara lisan maupun secara tertulis, padahal kami sangat mengharap untuk dilibatkan, sehingga kami bisa menjelaskan ke masyarakat bagaiamana kejadian sebenarnya” Ujarnya kepada Sakera.news, Selasa ( 30/06/2020).
Disinggung mengenai informasi salah satu keluarga dari pemilik klinik yaitu Ibu MH (insial) yang dikonfirmasi positif Covid-19, dr. Nuril menjelaskan berdasar hasil tes swab terkahir, hasilnya negatif dan sudah dinyatakan sembuh.
“Semenjak dinyatakan positif covid-19, beliau langsung dikarantina di RSUD Bangkalan, setelah dilakukan perawatan secara intensif kurang lebih sepulu hari, sudah di swab dua kali, dan hasilnya sudah negatif” Terangnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa status positif Covid-19 ibu MH sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan dengan Klinik warda, karena menurutnya yang bersangkutan tidak bekerja disana, ” Beliau itu Pegawai Negeri Sipil di Puskesmas Sepulu, yang sehari – hari bekerja disana, jadi sebenarnya tidak ada kaitan dengan klinik” Tuturnya.
dr. Nuril menambahkan bahwa selama pandemi Covid-19 Kliniknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semua tenaga kesehatan (Nakes) dan staff tidak terjangkit virus mematikan itu. “Semua Nakes yang bekerja di klinik kami lengkapi dengan APD level tiga, selain itu, Kami secara berkala melakukan Rapid test mandiri kepada semua Nakes, dan alhamduillah hasilnya selalu negatif” Katanya.
Selain itu, dr. Nuril juga berharap agar Kliniknya bisa kembali buka dan melakukan pelayanan seperti biasa kepada masyarakat. ” Dalam beberapa hari kedepan, kami harap klinik agar bisa kembali lagi dibuka seperti biasa, karena banyak sekali masyarakat yang datang untuk berobat terpaksa harus kembali lagi karena masih tutup ” Tuturnya. (Red)


Jadikan pembelajaran agar ke depan nya tidak lagi terjadi kesimpang siuran informasi.Melibatkan semua pihak terkait itu penting adanya ada nya agar tidak terjadi tumpang tindih semua pihak.