![]() |
| Foto Saat penyerahan Berkas Laporan / Fb PKM Ketapang |
SAMPANG – Sakera.news – Bijaklah dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan masalah, seperti yang dialami Yiyin Ayumi, warga Desa Batioh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Madura.
Beberapa tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ketapang melaporkan Yiyin Ayumi ke polisi lantaran yang bersangkutan dianggap mencemarkan nama baik profesi tenaga kesehatan melalui status di Facebooknya yang diunggah pada kamis, (02/07/2020).
![]() |
| Postingan Akun FB Yiyin Ayumi yang dianggap melecehkan tenaga medis / petajatim.co |
Dalam status Facebook tersebut, Yiyin Ayumi membagikan link salah satu media online tentang penutupan sementara puskesmas ketapang lantaran salah satu perawat puskesmas tersebut terpapar Covid-19 disertai caption “Mon tak mateh yah ken esuntik mateh le pas epositif aghi corona (Kalau tidak meninggal dunia pasiennya disuntik mati. Lalu dikatakan karena Corona), Karena bagi para dokter Corona itu uang”.
Rupanya cuitan tersebut mendapat reaksi dari tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas ketapang, mereka marah dan merasa dicemarkan nama baiknya selaku tenaga kesehatan, dan melaporkan akun Facebook tersebut ke polsek Banyuates, Jumat (03-07-2020).
Susyati, salah satu pelapor mengatakan, sebagai tenaga kesehatan, dirinya tidak terima dengan status yang diunggah Yiyin Ayumi, karena baginya, status tersebut sudah menjelek – jelekkan dan mencemarkan nama baik tenaga kesehatan.
“Saya dan teman-teman medis yang lain emosi dan sangat tidak terima dengan cuitan itu, makanya, kami melaporkan pemilik akun tersebut ke Polisi atas tuduhan pencemaran nama baik,” tuturnya.
Bidan asal Kecamatan Ketapang itu menganggap Akun Facebook Yiyin Ayumi tidak hanya melecehkan profesi tenaga kesehatan di Kabupaten Sampang saja, tapi nama baik tenaga kesehatan seluruh indonesia, ia juga mengatakan pelaporan itu untuk memberikan efek jera kepada pelaku agar dikemudian hari tidak melakukan hal yang sama.
Menurut dia, tenaga kesehatan dalam menangani Covid-19 berada di garda terdepan, bahkan tidak sedikit dokter dan perawat yang sudah gugur akibat Corona.
Sementara itu, Iptu Sukadi selaku Kapolsek Banyuates mengaku belum menerima laporan dari anggotanya terkait dengan laporan dari tenaga medis.
“Nanti saya cek dulu ke anggota. Kalau laporan sudah masuk, kami akan segera limpahkan berkasnya ke Polres Sampang karena itu merupakan kasus pelanggaran IT”. pungkasnya.
Berdasarkan pantauan Sakera.news, Yiyin Ayumi sudah mengirimkan permintaan maaf yang ditulis di akun Facebooknya, ia menulis permohonan maaf kepada pimpinan Rumah Sakit Ketapang dan juga seluruh tenaga kesehatan serta mengakui kesalahannya. (Red)








