![]() |
| Mahasiswa KKN tematik UTM sesaat setelah melakukan penyemprotan Disinfektan dilokasi Wisata Mangrove Desa Labuhan Kec. Sepulu |
BANGKALAN – Sakera.news – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (LPPM-UTM) Melalui Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Satgas Covid-19 melakukan antisipasi penyebaran virus corona dengan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat Wisata, Madrasah dan Masjid didesa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertema “Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 Serta Meningkatkan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Masa Pandemi Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan” itu beranggotakan empat mahasiswa dari berbagai jurusan, yaitu :
- Abd. Rohman Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Akuntansi.
- M. Hanafi Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum.
- Ahmad fauzi Fakultas Keislaman prodi Hukum Bisnis Syariah.
- Halimatus sakdiye Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi.
Ketua Kelompok, Abd Rohman menyampaikan bahwa kegiatan itu sebagai upaya untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini masih terus meningkat dan masif.
“Dengan sinergitas yang ada kita semua berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan pencegahan virus covid 19”. Ujarnya.
Ia menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat kecamatan Sepulu khususnya masyarakat desa Labuhan bisa terhindar dari Covid-19.
Secara khusus, Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala Desa Labuhan dan para pemuda yang sudah ikut mendukung pelaksanaan bakti sosial itu.
Kepala Desa Labuhan, Supriadi sangat mengapresiasi inisiatif para Mahasiswa KKN Tematik Satgas covid-19 yang telah menggelar bhakti sosial dengan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19.
“Ini langkah konkrit dari temen-temen KKN Tematik yang memiliki kepedulian terhadap desanya. Dan juga Para sesepuh desa sangat mendukung atas gerakan secara nyata yang di lakukan oleh temen-temen Mahasiswa KKN dan juga pemuda desa,” ungkapnya. (Bas/red).







